LHOKSEUMAWE — Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe menyelenggarakan seminar bertema “Digital dan Nyata: Menjadi Remaja yang Bijak di Dua Dunia” pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe ini menghadirkan Suhaili Sahibul Muna, M. Kom., Founder Cerdas Digital Indonesia sekaligus akademisi di bidang teknologi informasi dan beberapa rekan TIM lainnya seperti Zulfachri, S.Tr.T., spesialis di bindang design grafis dan Saifannur, S.Tr.T spesialis AI video creator.
Seminar yang berlangsung mulai pukul 10.30 WIB tersebut ditujukan kepada siswa kelas X SMA. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe dan Cerdas Digital Indonesia untuk membahas pentingnya pemanfaatan teknologi digital secara bijak dan produktif di kalangan remaja.

Mengangkat tema “Digital dan Nyata”, seminar ini menyoroti bagaimana remaja dapat menempatkan teknologi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari tanpa mengabaikan interaksi, tanggung jawab, dan pengalaman di dunia nyata. Bagi pelajar, pemahaman tersebut menjadi penting seiring semakin luasnya penggunaan teknologi dalam proses belajar, komunikasi, dan pengembangan kreativitas.
Dalam pemaparannya, TIM Cerdas Digital Indonesia menekankan bahwa generasi muda perlu melangkah lebih jauh daripada sekadar menjadi pengguna teknologi. Ia mendorong para siswa untuk mulai melihat teknologi digital sebagai sarana berkarya, mengembangkan kemampuan, dan membuka peluang baru.

“Semoga dengan adanya teknologi berbasis digital ini dapat menjadikan kita bukan hanya user, namun juga digital creator yang mampu memanfaatkan teknologi secara maksimal dan memperoleh peluang di dunia digital,” demikian pesan utama yang disampaikan narasumber.
Pesan tersebut mengajak siswa untuk mengembangkan pola pikir produktif dalam menggunakan teknologi. Internet dan berbagai perangkat digital tidak semata-mata menjadi sarana untuk mengakses hiburan atau mengonsumsi informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karya, membangun keterampilan, dan mengeksplorasi potensi diri.

Respons siswa terhadap kegiatan ini pun dilaporkan antusias. Para peserta merasa nyaman mengikuti seminar, sehingga kegiatan menjadi ruang untuk membahas hubungan antara kehidupan digital dan keseharian remaja.
Melalui kolaborasi ini, Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe dan Cerdas Digital Indonesia menghadirkan ruang edukasi yang mendorong siswa untuk lebih sadar dalam menggunakan teknologi. Harapannya, para remaja dapat tumbuh menjadi pengguna digital yang bijak sekaligus kreator yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kegiatan yang produktif dan bermanfaat.

Seminar ini menegaskan bahwa kecakapan digital tidak berhenti pada kemampuan menggunakan perangkat atau aplikasi. Kemampuan berpikir kritis, bertanggung jawab, dan menciptakan sesuatu yang bernilai juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi peluang di dunia digital.